Dampak Salah Pilih Sertifikasi HR yang Jarang Disadari Pencari Kerja

Banyak orang semangat ikut sertifikasi HR, tapi sayangnya kurang riset sebelum daftar. Akhirnya, bukan manfaat yang didapat, justru muncul dampak salah pilih sertifikasi HR yang bikin kecewa. Ada yang sudah keluar biaya jutaan, ikut ujian, lulus, tapi ketika melamar kerja sertifikatnya kurang relevan dengan posisi yang dituju. Ibarat mau melamar jadi recruiter, tapi yang diambil justru skema yang fokusnya ke industrial relations level lanjutan. Niatnya bagus, tapi arahnya melenceng.

Masalah ini sering terjadi karena kurang paham perbedaan tiap skema sertifikasi HR BNSP. Banyak yang berpikir, “Yang penting ada logo BNSP, pasti aman.” Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Setiap skema punya level dan kompetensi yang berbeda. Kalau tidak disesuaikan dengan latar belakang dan tujuan karier, dampak salah pilih sertifikasi HR bisa terasa dalam jangka pendek maupun panjang. Mulai dari kurang dilirik recruiter sampai merasa karier jalan di tempat.

Jangan Tunggu Dampaknya! Konsultasikan Skema Sertifikasi yang Tepat untuk Anda bersama Login Sertifikasi Sekarang!

Apa yang Dimaksud Salah Memilih Skema Sertifikasi HR BNSP?

Salah memilih skema sertifikasi HR BNSP bukan berarti sertifikasinya jelek. Bukan itu poinnya. Yang dimaksud salah di sini adalah tidak sesuai dengan kebutuhan, latar belakang, atau level pengalaman. Misalnya, fresh graduate tanpa pengalaman kerja langsung mengambil skema level manajerial. Secara administratif mungkin bisa daftar, tapi secara kompetensi belum tentu siap. Hasilnya? Prosesnya terasa berat, bahkan berisiko tidak kompeten.

Dampak salah pilih sertifikasi HR juga bisa terjadi ketika seseorang memilih skema yang terlalu umum, padahal targetnya posisi spesifik. Contoh, ingin fokus di bidang payroll dan compensation, tapi mengambil skema general HR staff. Sertifikatnya tetap sah, tapi kurang “nendang” saat melamar posisi spesialis. Recruiter biasanya mencari kecocokan kompetensi dengan kebutuhan jabatan.

Selain itu, ada juga yang memilih skema hanya karena ikut-ikutan teman atau tergiur promo tanpa memahami detail unit kompetensi di dalamnya. Padahal, setiap skema punya daftar unit yang berbeda. Kalau tidak dibaca dengan teliti, risiko dampak salah pilih sertifikasi HR makin besar. Sertifikat sudah di tangan, tapi tidak selaras dengan jalur karier yang ingin dibangun.

Hubungi Kami Login Sertifikasi

Dampak Salah Pilih Sertifikasi HR bagi Pencari Kerja

Kalau kita ngomongin Dampak Salah Pilih Sertifikasi HR buat pencari kerja, ini tuh bukan sekadar “ya sudahlah, salah pilih sedikit”. Dampaknya bisa terasa banget. Ibarat kamu lagi mau ikut lomba lari 5 km, tapi sepatu yang dipakai justru sepatu futsal, masih bisa lari sih, tapi jelas nggak maksimal. Nah, sertifikasi juga begitu. Kalau nggak sesuai dengan posisi yang kamu incar, manfaatnya jadi kurang nendang.

Berikut beberapa dampak yang sering banget terjadi di lapangan:

  1. Kurang relevan dengan posisi yang dilamar
    Misalnya kamu mau melamar jadi HR Admin atau Recruiter, tapi sertifikasi yang diambil fokusnya ke perencanaan strategis SDM level manajerial. Secara nama keren, iya. Tapi saat recruiter lihat CV kamu, mereka bisa berpikir, “Ini terlalu jauh untuk posisi entry level.” Akhirnya sertifikatnya nggak benar-benar jadi nilai tambah.

  2. CV terlihat seperti belum punya arah
    Bayangkan kamu fresh graduate, pengalaman masih magang recruitment, tapi sudah ambil sertifikasi level supervisor. Recruiter bisa jadi bingung, ini sebenarnya mau mulai dari mana? Sertifikasi itu harusnya memperjelas arah karier, bukan bikin tambah abu-abu.

  3. Kebingungan saat interview
    Di tahap interview biasanya akan ditanya, “Coba jelaskan bagaimana Anda menerapkan unit kompetensi X.” Kalau kamu belum pernah benar-benar praktik atau belum paham isinya, jawabannya jadi terdengar teoritis banget. Dan recruiter itu biasanya bisa langsung tahu mana yang paham, mana yang cuma hafal istilah.

  4. Level sertifikasi tidak sesuai pengalaman
    Ini sering kejadian. Baru lulus kuliah, pengalaman kerja belum ada, tapi ambil skema yang sebenarnya cocok untuk orang dengan pengalaman 2–3 tahun. Secara administratif mungkin bisa daftar, tapi secara logika karier jadi kurang nyambung.

  5. Biaya dan waktu jadi kurang optimal
    Sertifikasi itu investasi. Kalau salah pilih, manfaatnya nggak maksimal. Bahkan ada yang akhirnya ambil sertifikasi lagi supaya lebih relevan. Artinya, keluar biaya dua kali. Sayang banget, kan?

  6. Turunnya rasa percaya diri
    Ini yang sering nggak disadari. Sudah punya sertifikat, tapi tetap susah dapat panggilan kerja. Lama-lama jadi mikir, “Apa aku kurang kompeten?” Padahal bisa jadi bukan soal kompetensi, tapi karena skemanya kurang tepat.

  7. Kurang match dengan sistem screening perusahaan
    Banyak perusahaan sekarang pakai sistem ATS yang membaca kata kunci. Kalau sertifikasi kamu tidak sesuai dengan kata kunci posisi yang dibuka, bisa saja CV kamu tersaring di awal sebelum dibaca manusia.

Jadi, dampak salah pilih sertifikasi HR bagi pencari kerja itu bukan hal sepele. Sertifikasi yang seharusnya jadi “booster” karier malah cuma jadi pajangan di CV. Padahal kalau sejak awal tepat sasaran, sertifikat itu bisa jadi pembuka pintu interview.

Hubungi Kami Login Sertifikasi

Dampak Salah Pilih Sertifikasi HR terhadap Perkembangan Karier Jangka Panjang

Kalau tadi dampaknya terasa saat melamar kerja, sekarang kita bahas yang lebih panjang jaraknya. Dampak salah pilih sertifikasi HR dalam jangka panjang itu ibarat salah ambil jalur di awal perjalanan. Masih bisa sampai tujuan? Bisa. Tapi mungkin harus muter dulu, bahkan balik arah.

Beberapa dampak jangka panjang yang sering terjadi antara lain:

  1. Arah spesialisasi jadi nggak jelas
    Dunia HR itu luas banget. Ada recruitment, training & development, compensation & benefit, industrial relations, sampai HR strategy. Kalau dari awal sudah ambil skema yang nggak sesuai minat, lama-lama jalur karier jadi terasa nggak fokus. Hari ini ingin jadi recruiter, besok tertarik ke industrial relations, tapi sertifikasinya beda arah.

  2. Sulit naik jabatan
    Di banyak perusahaan, promosi jabatan sering mempertimbangkan kesesuaian kompetensi formal. Kalau ingin naik dari HR Staff ke HR Supervisor, biasanya dibutuhkan kompetensi tertentu. Kalau sertifikasi yang dimiliki tidak mendukung itu, mau nggak mau harus ambil lagi.

  3. Kurang dipercaya untuk pegang tanggung jawab tertentu
    Misalnya kamu ingin pegang payroll atau compensation, tapi tidak punya sertifikasi yang menunjukkan kompetensi di bidang itu. Atasan bisa saja berpikir dua kali sebelum memberi tanggung jawab lebih besar.

  4. Harus sertifikasi ulang
    Ini realita yang sering terjadi. Karena merasa skema sebelumnya kurang relevan, akhirnya ambil sertifikasi baru. Artinya, waktu belajar, biaya, dan energi dikeluarkan lagi dari awal.

  5. Perkembangan terasa lambat dibanding rekan kerja
    Sementara teman lain yang dari awal sudah ambil skema tepat mulai naik level, kamu masih harus menyesuaikan arah. Rasanya seperti tertinggal satu langkah.

  6. Kurang kompetitif saat pindah kerja
    Ketika ingin melamar ke perusahaan lain dengan posisi lebih tinggi, sertifikasi yang tidak sesuai bisa kurang menjadi nilai jual. Apalagi untuk level menengah ke atas, perusahaan benar-benar melihat kesesuaian kompetensi.

  7. Tidak selaras dengan kebutuhan industri
    Dunia kerja berubah cepat. Kalau skema yang diambil kurang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, kompetensinya bisa terasa kurang update.

Intinya, dampak salah pilih sertifikasi HR dalam jangka panjang itu seperti fondasi yang kurang presisi. Bangunannya tetap berdiri, tapi mungkin butuh perbaikan di sana-sini. Makanya, sebelum ambil keputusan, pastikan benar-benar tahu arah karier yang ingin dituju. Sertifikasi yang tepat itu bukan cuma soal lulus, tapi soal membangun jalur karier yang rapi dan terencana dari awal.

Hubungi Kami Login Sertifikasi

Kenapa Fresh Graduate Paling Rentan Mengalami Dampak Salah Pilih Sertifikasi HR?

Fresh graduate sering jadi kelompok paling rentan mengalami dampak salah pilih sertifikasi HR. Kenapa? Karena biasanya masih minim pengalaman dan belum benar-benar memahami struktur jabatan di dunia HR. Semua terlihat menarik, semua terlihat penting. Akhirnya, memilih berdasarkan nama yang terdengar keren, bukan berdasarkan kebutuhan.

Selain itu, fresh graduate sering kali terburu-buru ingin terlihat unggul di CV. Ada anggapan, makin tinggi level sertifikasi, makin bagus. Padahal tidak selalu begitu. Sertifikasi level supervisor atau manajer tanpa pengalaman bisa terlihat kurang realistis di mata recruiter. Di sinilah dampak salah pilih sertifikasi HR mulai terasa.

Kurangnya mentor atau arahan juga jadi faktor. Tanpa konsultasi, pilihan sering diambil berdasarkan asumsi pribadi. Padahal, sedikit diskusi dengan lembaga sertifikasi atau praktisi HR bisa membantu menghindari kesalahan ini.

Cara Menghindari Dampak Salah Pilih Sertifikasi HR

Agar tidak mengalami dampak salah pilih sertifikasi HR, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Kenali tujuan karier Anda terlebih dahulu
    Ingin jadi HR Staff, Recruiter, atau HR Supervisor?

  • Sesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman
    Jangan memaksakan level di luar kesiapan.

  • Pelajari unit kompetensi dalam skema
    Pastikan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang ditargetkan.

  • Konsultasi dengan lembaga sertifikasi terpercaya
    Jangan ragu bertanya sebelum daftar.

Dengan langkah yang tepat, sertifikasi akan benar-benar jadi investasi. Bukan sekadar formalitas, tapi alat untuk meningkatkan kredibilitas dan peluang kerja.

Hubungi Kami Login Sertifikasi

Paket Sertifikasi BNSP HR untuk Pencari Kerja dari Login Sertifikasi

Untuk membantu pencari kerja menghindari dampak salah pilih sertifikasi HR, Login Sertifikasi menghadirkan Paket Sertifikasi BNSP HR yang dirancang khusus sesuai kebutuhan entry level dan fresh graduate. Paket ini tidak hanya fokus pada kelulusan, tapi juga kesesuaian skema dengan target karier peserta.

Program ini sudah disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan saat ini. Jadi bukan asal pilih skema, tapi benar-benar disesuaikan dengan posisi yang paling banyak dibutuhkan. Peserta juga mendapatkan arahan sebelum menentukan skema.

Keunggulan paket ini antara lain:

  • Konsultasi pemilihan skema sebelum pendaftaran
  • Skema sesuai kebutuhan industri
  • Pendampingan persiapan asesmen
  • Sertifikat resmi BNSP
  • Cocok untuk pencari kerja & fresh graduate

Dengan pendekatan ini, risiko dampak salah pilih sertifikasi HR bisa diminimalkan sejak awal.

Baca Juga : Panduan Memilih Skema Sertifikasi HR yang Cocok untuk Pencari Kerja di Era Sekarang!

Jangan Sampai Dampak Salah Pilih Sertifikasi HR Menghambat Karier Anda

Pada akhirnya, sertifikasi itu bukan cuma soal punya selembar kertas berlogo BNSP. Ini soal arah karier. Soal strategi. Soal keputusan yang kelihatannya kecil, tapi efeknya bisa panjang. Dampak salah pilih sertifikasi HR itu nyata, dan sering kali baru terasa setelah waktu berjalan. Sayang banget kan, kalau niatnya mau mempercepat karier, tapi malah harus putar balik karena salah langkah di awal?

Kalau kamu masih bingung menentukan skema yang paling tepat, jangan asal tebak atau ikut-ikutan teman. Lebih baik konsultasikan dulu supaya nggak salah arah. Kamu bisa cari informasi lengkap dan konsultasi langsung melalui website resmi loginsertifikasi.com atau hubungi admin via WhatsApp di nomor 0821-2121-6459 untuk tanya-tanya sebelum daftar. Timnya siap bantu mengarahkan skema yang paling sesuai dengan latar belakang dan target karier kamu.

Paket Sertifikasi BNSP Human Resource untuk Pencari Kerja!

Share the Post:
Search
Event Terdekat
Daftar Isi
Related Post
Butuh Bantuan Memilih Sertifikasi yang Tepat?
Tenang, kami siap bantu kamu dengan konsultasi gratis. Dapatkan arahan langsung dari tim kami agar kamu bisa mulai sesuai bidang dan tujuan kariermu.
Scroll to Top